Senin, 10 Juli 2017

Qoutes 1/2

" Baik, tidak mengapa jika ingin pergi. Perhatikanlah langkahmu saat kakimu mulai berjalan. Aku membiarkan karena aku sadar, aku tidak bisa lebih memberimu sehingga kamu mulai beranjak. Pergilah sesukamu. Aku sudah cukup juang denganmu. Aku telah mampu memberikan hariku untuk menunggumu, memberikan hatiku rapat untukmu, membiarkan senyum selalu kamu lihat sepanjang harinya, aku telah mampu memaafkan apa yang selalu kamu lakukan lagi, aku mampu tidak banyak berfikir tentang cemburuku. Selagi kau senang, selagi kau masih bersamaku, selagi marahku kau tetap bersamaku, kurasa aku cukup. Tapi nyatanya tidak. Baik terimaksih untuk segalanya. Semoga kita bisa menemukan kebahagiaan dengan jalan yang berbeda, dan kembali tersenyum dengan status yang sudah tidak bersama. "


 "Bagiku, saat bersamamu adalah hal yang sangat langka. Jika kita sudah tidak lagi bersama. Mungkin akan banyak hal yang hilang, tentang senyum sapa yang selalu kita bagi. Tentang perasaan yang selalu berjalar bersamaan, tentang bahagia yang selalu kita rasa. Suatu nanti mereka akan hilang sejalan dengan diri kita yang sudah tidak selekat detakan nadi. "


“ Untuk kali ini, kita biarkan saja apa yang telah terjadi hilang. Apa yang dulunya ada kini tidak akan tampak lagi. Aku akan terus berjuang untuk diriku dan untuk kebaikan kita. Aku akan hidup dan melangkah sendirian. Sekarang, tampamu yang aku cinta “


" Aku pernah memilikimu, aku pernah memiliki hatimmu. Terimaksih untuk jangka waktu yang lama bersamaku. Terimaksih untuk rasa yang banyak kau keluarkan untukku, terimaksih karena mampu memberi gula dalam ingatan(manis). Kukira aku dapat bersamamu semauku, kukira aku takan kehilanganmu karena waktu yang kita ciptakan sangat menyenangkan. Kukira aku takan dapat rasa sakit darimu. Kau memang pergi berlari keluar dari rumah yang selalu kau singgahi dihatiku, kau takan kembali tapi aku masih menunggumu. Kau memang bersama oranglain, tapi hatiku msih padamu. Aku fikir lantas, mengapa kau memberikan cinta padaku jika kau hanya singgah? Mengapa kau meinggalkan aku disaat aku tidak ingin memiliki cinta yang lainnya. Kau sangat indah tapi selalu menyiksa. "


“ Selamat tinggal Tuan, terimakasih telah mau bersamaku selama ini. Selamat jalan Tuan, semoga engkau selalu baik-baik saja. Sekali lagi, Selamat tinggal Tuan, selamat kehilangan cinta terbaikmu “


Tidak ada komentar:

Posting Komentar