" Baik, tidak mengapa jika ingin
pergi. Perhatikanlah langkahmu saat kakimu mulai berjalan. Aku membiarkan
karena aku sadar, aku tidak bisa lebih memberimu sehingga kamu mulai beranjak.
Pergilah sesukamu. Aku sudah cukup juang denganmu. Aku telah mampu memberikan
hariku untuk menunggumu, memberikan hatiku rapat untukmu, membiarkan senyum
selalu kamu lihat sepanjang harinya, aku telah mampu memaafkan apa yang selalu
kamu lakukan lagi, aku mampu tidak banyak berfikir tentang cemburuku. Selagi
kau senang, selagi kau masih bersamaku, selagi marahku kau tetap bersamaku,
kurasa aku cukup. Tapi nyatanya tidak. Baik terimaksih untuk segalanya. Semoga
kita bisa menemukan kebahagiaan dengan jalan yang berbeda, dan kembali
tersenyum dengan status yang sudah tidak bersama. "
"Bagiku, saat bersamamu adalah hal
yang sangat langka. Jika kita sudah tidak lagi bersama. Mungkin akan banyak hal
yang hilang, tentang senyum sapa yang selalu kita bagi. Tentang perasaan yang
selalu berjalar bersamaan, tentang bahagia yang selalu kita rasa. Suatu nanti
mereka akan hilang sejalan dengan diri kita yang sudah tidak selekat detakan
nadi. "
“ Untuk kali ini, kita biarkan
saja apa yang telah terjadi hilang. Apa yang dulunya ada kini tidak akan tampak
lagi. Aku akan terus berjuang untuk diriku dan untuk kebaikan kita. Aku akan
hidup dan melangkah sendirian. Sekarang, tampamu yang aku cinta “
" Aku
pernah memilikimu, aku pernah memiliki hatimmu. Terimaksih untuk jangka waktu
yang lama bersamaku. Terimaksih untuk rasa yang banyak kau keluarkan untukku,
terimaksih karena mampu memberi gula dalam ingatan(manis). Kukira aku dapat
bersamamu semauku, kukira aku takan kehilanganmu karena waktu yang kita
ciptakan sangat menyenangkan. Kukira aku takan dapat rasa sakit darimu. Kau
memang pergi berlari keluar dari rumah yang selalu kau singgahi dihatiku, kau
takan kembali tapi aku masih menunggumu. Kau memang bersama oranglain, tapi
hatiku msih padamu. Aku fikir lantas, mengapa kau memberikan cinta padaku jika
kau hanya singgah? Mengapa kau meinggalkan aku disaat aku tidak ingin memiliki
cinta yang lainnya. Kau sangat indah tapi selalu menyiksa. "
“
Selamat tinggal Tuan, terimakasih telah mau bersamaku selama ini. Selamat jalan
Tuan, semoga engkau selalu baik-baik saja. Sekali lagi, Selamat tinggal Tuan,
selamat kehilangan cinta terbaikmu “